Showing posts with label jaringan. Show all posts
Showing posts with label jaringan. Show all posts

SINGLE SIGN ON DENGAN LDAP DI UBUNTU

aooo...semuanya...saya kembali lagi untuk memposting judul terbaru
sudah banyak sie sebenernya yang telah memposting judul ini
tapi tidak ada salahnyakan untuk mendokumentasikan apa yang saya buat

ok, langsung aja
pertama apakah itu SINGLE SIGN ON ???
Single Sign On (SSO)
adalah sebuah sistem yang memfasilitasi penanganan user account untuk beberapa server dengan hanya menggunakan satu username dan password saja. Sistem ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain :
1. User tidak perlu mengingat banyak username dan password.
2. Kemudahan pemrosesan data. Jika setiap server memiliki data user masing-masing, maka pemrosesan data user (penambahan, pengurangan, perubahan) harus dilakukan pada setiap server yang ada. Sedangkan dengan menggunakan SSO, cukup hanya melakukan 1 kali pemrosesan. Dua hal diatas jelas menyatakan bahwa penggunaan SSO meningkatkan kepraktisan, Namun di sisi lain, kepraktisan tersebut menimbulkan suatu kelemahan dalam hal keamanan. Jika password system administrator diketahui oleh orang yang tidak berhak, maka orang tersebut dapat melakukan perubahan terhadap semua data yang ada di dalamnya.

Konsep Kerja
1. Authentication
a. User and Password Authetication
Melakukan pengecekan terhadap username dan password pada saat login pertama kali
b. Generating and Retrieving Token Identity
User mendapat serpeti tiket dari sistem setelah berhasil login. 1 User kemungkinan hanya dapat masuk ke beberapa sistem saja tergantung dari hak akses yang dimiliki oleh user tersebut.
2. Authorization
a. Group Authorization
Setelah melakukan pengecekan terhadap hak akses dari user tersebut, lalu hak akses tersebut dinyatakan dalam grup dan dalam grup tersebut memiliki hak akses apa saja
b. Group Permission
disini dicek halaman apa saja yg bisa diakses user yang logged-in. setelah bisa mengakses (view), user dapat melakukan apa saja terhadap halaman tersebut. kalau bisa, nanti akan ada tombol-tombol untuk tiap aksi yang muncul. tapi kalau tidak bisa, biasanya di halaman itu cuma ada tulisan-tulisan saja untuk dibaca. kalau hak view pun tidak bisa, biasanya, menu untuk mengakses halaman itu jg di hidden.

LDAP (Lightweight Directory Access Protocol)
LDAP adalah suatu bentuk protokol client-server yang digunakan untuk mengakses suatu directory service. Pada tahap awalnya, LDAP digunakan sebagai suatu front-end bagi X.500, tetapi juga dapat digunakan bersama directory server yang stand-alone dan juga yang lainnya.
LDAP memungkinkan kita untuk mengembangkan kemampuan kita yang dapat digunakan untuk mencari suatu organisasi, mencari suatu individu dan juga mencari sumber daya yang lainnya misalnya file maupun alatdevice didalam suatu jaringan/network. Adapun pengertian jaringan/network dalam hal ini adalah bias internet ataupun juga dalam suatu intranet dala kampus atau perusahaan, dan ini dimungkinkan baik kita mengetahui atau tidak mengetahui mengenai domain name-nya, berapa IP addressnya atau informasi mengenai geografisnya. Adapun suatu direktori LDAP data didistribusikan kedalam banyak server-server didalam jaringan/network dan kemudian dapat direplikasikan dan dilakukan sinkronisasi secara regular. Sebuah server dari LDAP juga dikenal dengan nama DSA yaitu singakatan dari Directory System Agent. LDAP diciptakan di University Of Michigan dan sifat yang dimilikinya yaitu lightweight merupakan hal yang bertolak belakang terhadap DAP yang merupakan bagian dari directory protocol X.500 untuk jaringan ataupun network. LDAP memiliki karekteristik lebih ringan dan sederhana. LDAP juga dapat kita dunakan untuk melakukan route terhadap email dalam suatu organisasi yang cukup besar atau dapat juga digunakan untuk mencari seseorang dan mesin didalam sebuah jaringan/network yang bersifat public maupun private.Sudah cukup banyak e-mail client saat ini,misalnya Microsoft Outlook, Eudora dan Netscape Communicator yang telah menggunakan suatu bentuk dari database LDAP untuk mencari suatu alamat email. Internic dan infospace adalah dua buah contoh dari layanan pencarian public yang dibangun denagn LDAP
Informasi pada LDAP disimpan dalam entry. Layaknya entry pada basis data umunya, setiap entry memiliki beberapa atribut. Setiap atribut dapat memiliki satu atau lebih nilai. Namun, jika pada basis data kita memiliki primary key untuk membedakan suatu entry dengan entry lainnya, dalam LDAP kita memiliki Distinguished Name (DN) yang bernilai unik untuk tiap entry. DN didapat dengan mengurutkan lokasi entry hingga akar hirarki.

nah itu sekilas tentang SSO dan LDAP
nah berikut ini adalah hasil riset saya di kmpus
berikut saya tampilkan hasilnya


Baca Selengkapnya......

Monitoring Sistem dengan Cacti

aooo...semua kali ini aq posting lagi nie tentang Monitoring Sistem dengan Cacti di ubuntu,,
hehehe..udah banyak yang tau sie sebenernya
Pengertian cacti
Cacti adalah aplikasi frontend dari RRDTool yang menyimpan informasi kedalam database MySQL dan membuat grafik berdasarkan informasi tersebut. Proses pengambilan data (lewat SNMP maupun skrip) sampai kepada pembuatan grafik dilakukan menggunakan bahasa pemrograman PHP.

nah trus gimana sie cara instalasinya??

sebelum memulai instalasi dari aplikasi cacti ini, sebaiknya terlebih dahulu menginstall web server dan database server, kemudian snmp dan snmpd serta rrdtool, untuk cara menginstall webserver dan database server sudah saya bahas pada postingan sebelumnya,
klik aja link ini INSTALL LAMP SERVER

kemudian saya bahas sedikit tentang cara install snmp dan snmpd serta rrdtool
ketikan perintah
sudo apt-get install snmp snmpd rrdtool

kemudian jika telah selesai barulah kita memulai proses instalasi cacti
1. install cacti ketikkan perintah
sudo apt-get install --force-y cacti atau
sudo apt-get install -y cacti

perintah diatas maksudnya adalah, menginstall cacti beserta dengan semua depedencies yang cacti butuhkan tanpa perlu mengetahui apa-apa saja yang cacti perlukan agar dapat dijalankan. Sepertinya setelah menjalankan perintah di atas, Anda harus merestart service apache agar semua modul termuat dengan baik. Untuk merestart service apache, ketikkan perintah
sudo /etc/init.d/apache2 restart
Kemudian muncul konfigurasi yaitu mengisikan password untuk mysql server, kemudian klik OK. Setelah itu muncul pilihan mengunakan apache pilih apache2 lalu klik OK kemudian disuruh memasukan password mysql-server klik OK kemudian masukan sekali lagi lalu klik OK lalu YES.






2. setelah selesai kemudian lakukan konfigurasi snmp
Konfigurasi SNMP
Konfigurasi /etc/default/snmpd :

# vim /etc/default/snmpd
Rubah baris :
SNMPDOPTS='‐Lsd ‐Lf /dev/null ‐u snmp ‐I ‐smux ‐p /var/run/snmpd.pid 127.0.0.1'
Menjadi :
SNMPDOPTS='‐Lsd ‐Lf /dev/null ‐u snmp ‐I ‐smux ‐p /var/run/snmpd.pid'
(Ini bertujuan, agar dapat dimonitor tanpa melalui localhost)

Konfigurasi file /etc/snmp/snmpd.conf :
# vim /etc/snmp/snmpd.conf
Tambahkan baris berikut dibawahnya :
com2sec readonly (alamat server yang akan anda monitoring) public
contoh
com2sec readonly oss.web.id public


Buka/ Aktifkan baris berikut:
disk / 10000 (untuk mengetahui penggunaan ruang harddisk)
restart snmpd
# /etc/init.d/snmpd restart
Lakukan testing snmpwalk ke server cacti (snmp)/ cacti monitor
# snmpwalk –v1 –c public oss.web.id atau
# snmpwalk –v1 –c public dl.oss.web.id atau
# snmpwalk –v1 –c public mail.cs.unud.ac.id atau
# snmpwalk –v1 –c public 172.16.160.1 atau
# snmpwalk –v1 –c public 172.16.163.1 atau
# snmpwalk –v1 –c public 172.16.168.1
(public adalah nama community )

3. Konfigurasi cacti
buka web browser, kemudian ketikkan alamat http://localhost/cacti/
maka akan keluar seperti berikut







'
Pilih saja next, hingga muncul tampilan finish instalation. Pada langkah ini pastikan tidak ada peringatan error, terutama pada penentuan path di setiap paket yang terkait dengan cacti .
Kemudian masukkan User name dan Password.
username = admin
password = password yang anda ketikkan pada saat instalasi cacti



berikut adalah tampilan cacti



4. Proses konfigurasi cacti
disini adalah mengkondisikan server cacti sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan.
a.Pembuatan Device dan Graph
Untuk mengkonfigurasi pertama kali, create device – Add.

A.Pada Description, buat host sesuai keinginan, seperti :
a. oss.web.id
b. dl.oss.web.id
c. mail.cs.unud.ac.id
d. router ilkom
e. router hotspot
f. router mipa
B.Pada Hostname masukkan IP dll, seperti:
a. oss.web.id
b. dl.oss.web.id
c. mail.cs.unud.ac.id
d. router ilkom dengan Ip : 172.16.160.1
e. router hotspot dengan Ip : 172.16.163.1
f. router mipa dengan Ip : 172.16.168.1
C.Pada Host Template, pilih Local Linux Machine.
D.Pada SNMP Version, pilih version 1
E.Setelah proses itu selesai lalu create.
F.Pilih Create Graphs for this Host.

G.Tandai Graph Templates dan data Query :

H.Kemudian create

I.Setelah semua proses itu selesai maka akan muncul :


Proses Selanjutnya :
1.Pilih Graph Trees – Default Tree - Add
2.Maka akan muncul beberapa pilihan :
a. Parent Item
b. Tree Item Type
c. Host
d. Sorting Type
3.Yang perlu di pilih :
a. Tree Item Type = Host
b. Host = pilih host yang ingin di trafiic
Lalu create.
4.Untuk dapat melihat hasil Graphnya , pilih menu Graphs.

Untuk contoh dari grafik dari host yang kita monitoring




sekian dari saya mengenai monitoring sistem dengan cacti
jika mengalami kesulitan, kirim email ke

goes.ananta[at]cs.unud.ac.id

Baca Selengkapnya......

Cara Membuat IP ALIAS di Ubuntu

aooo..semua...
kali ini aq akan membahas seputar tentang IP ALIAS.
nah apa sih itu IP ALIAS?? kegunaan IP ALIAS?? bagaimana cara membuatnya??
baik, akan saya jelaskan
IP alias ini dapat dimanfaatkan untuk menambahkan sebuah network interfaces baru, menunjukkan bagaimana caranya membuat pc kita seolah-olah mempunyai 2 NIC (LAN Card) ataupun lebih padahal sesungguhnya kita cuma memilki 1 NIC (LAN Card).
ada 2 cara yang dapat kita lakukan untuk menambah IP alias di ubuntu, yaitu IP alias sementara dan IP alias yang permanent.

1. hal pertama yang harus dilakukan adalah, kita harus mengetahui interfaces mana yang akan kita pergunakan untuk membuat IP alias dengan mengetikkan perintah ifconfig, kemudian akan keluar beberapa interfaces yang ada pada komputer kita, jika misalnya komputer memiliki 2 interfaces maka akan ada eth0 dan eth1
2. untuk eth0 kita mempunyai IP 172.16.112.42 dan misalnya eth1 memiliki IP 192.168.39.1, kemudian kita ingin membuat IP alias pada interfaces eth1 dengan IP 192.168.44.1
3. kita harus mengaktifkan dulu interfaces eth1 dengan mengetikkan perintah ifconfig eth1 up
4. Jika kita ingin IP aliasnya cuma untuk sementara, maka kita dapat mempergunakan perintah:
sudo ifconfig eth1:1 192.168.44.1
5. Jika kita ingin menambah IP alias secara permanent, maka kita dapat mengedit file "/etc/network/interfaces" dengan perintah sudo vim /etc/network/interfaces, kemudian tambahkan baris berikut:
auto eth1:1
iface eth1:1 inet static
address 192.168.44.1
netmask 255.255.255.0

6. kemudian simpan konfigurasi yang telah dibuat tadi, kemudian restart service networkingnya dengan mengetikkan perintah sudo /etc/init.d/networking restart
7. kemudian cek kembali apakah IP alias yang telah kita buat tadi sudah dapat dipergunakan atau tidak dengan mengetikkan perintah ifconfig, jika sudah ada interfaces eth1:1 dengan alamat IP 192.168.44.1 , berarti kita telah berhasil membuat IP alias
8.jika ingin menambah IP Alias lagi ikuti langkah 4 sampai 7, namun untuk eth1:1 diganti dengan eth1:2 dan begitu seterusnya

sekian tentang IP Alias dari saya, semoga bermanfaat untuk anda
terima kasih karena telah membaca

goes_ananta[at]ilkom.unud.ac.id

Baca Selengkapnya......

Konfigurasi VPN di Ubuntu

aooo cemua...kali ini aq akan membahas seputar VPN
nah apakan itu VPN??
VPN adalah Virtual Private Network
kalau pengertian tinggal cari aja di google, wikipedia. ataupun buku jaringan komputer.
singktnya sie gini pengertiannya
"VPN adalah suatu cara untuk membuat sebuah jaringan bersifat “private” dan aman dengan menggunakan jaringan publik misalnya internet. VPN dapat mengirim data antara dua komputer yang melewati jaringan publik sehingga seolah-olah terhubung secara point to point. Data dienkapsulasi (dibungkus) dengan header yang berisi informasi routing untuk mendapatkan koneksi point to point sehingga data dapat melewati jaringan publik dan dapat mencapai akhir tujuan."

VPN ini sangat berguna untuk seorang network administrator, mengapa demikian.??
dengan memanfaatkan vpn sang net admin tidak perlu lagi datang ke ruang server untuk memperbaiki jaringan yang sedang kacau, bisa darimana saja, asalkan ada koneksi internet

kemudian bagaimana masalah konfigurasinya?? apakah gampang?? apakah susah??
bisa dibilang susah susah gampang...yang penting susah mengerti linux dan perintah di konsole
maka akan menjadi sedikit mudah untuk mengkonfigurasikannya

nah berikut tutorial mulai dari instalasi sampai konfigurasi

1. Install openvpn
$sudo bash, masukkan password
#apt-get install openvpn openssl

3. Copy konfigurasi awal dan script yang nantinya kita butuhkan
# cp -Rf /usr/share/doc/openvpn/examples/easy-rsa/* /etc/openvpn/

4. Berikutnya kita akan mengkonfigurasikan file vars
# cd /etc/openvpn/2.0/
# vim vars


Isi dari file vars tersebut adalah sebagai berikut :
# easy-rsa parameter settings

# NOTE: If you installed from an RPM,
# don't edit this file in place in
# /usr/share/openvpn/easy-rsa --
# instead, you should copy the whole
# easy-rsa directory to another location
# (such as /etc/openvpn) so that your
# edits will not be wiped out by a future
# OpenVPN package upgrade.

# This variable should point to
# the top level of the easy-rsa
# tree.
export EASY_RSA="`pwd`"

#
# This variable should point to
# the requested executables
#
export OPENSSL="openssl"
export PKCS11TOOL="pkcs11-tool"
export GREP="grep"


# This variable should point to
# the openssl.cnf file included
# with easy-rsa.
export KEY_CONFIG=`$EASY_RSA/whichopensslcnf $EASY_RSA`

# Edit this variable to point to
# your soon-to-be-created key
# directory.
#
# WARNING: clean-all will do
# a rm -rf on this directory
# so make sure you define
# it correctly!
export KEY_DIR="$EASY_RSA/keys"

# Issue rm -rf warning
echo NOTE: If you run ./clean-all, I will be doing a rm -rf on $KEY_DIR

# PKCS11 fixes
export PKCS11_MODULE_PATH="dummy"
export PKCS11_PIN="dummy"

# Increase this to 2048 if you
# are paranoid. This will slow
# down TLS negotiation performance
# as well as the one-time DH parms
# generation process.
export KEY_SIZE=1024

# In how many days should the root CA key expire?
export CA_EXPIRE=3650

# In how many days should certificates expire?
export KEY_EXPIRE=3650

# These are the default values for fields
# which will be placed in the certificate.
# Don't leave any of these fields blank.
export KEY_COUNTRY="ID" #disesuaikan dengan negara tempat tinggal
export KEY_PROVINCE="BALI" #disesuaikan dengan provinsi tempat tinggal
export KEY_CITY="denpasar" #disesuaikan dengan kota tempat tinggal
export KEY_ORG="udayana" #disesuaikan organisasi/perusahaan
export KEY_EMAIL="goes_ananta@ilkom.unud.ac.id" #disesuaikan dengan email anda

kemudian simpan konfigurasi yang telah kita buat tadi

5. Selanjutnya kita akan membuat Certificate Authority (CA)
# source ./vars
# ./clean-all
# ./build-ca
kita biasanya akan ditanya ulang untuk mengisi konfigurasi yang telah kita buat pada file Vars tadi , bisa dilanjutkan lanjutkan dengan menekan tombol enter saja.
Selanjutnya anda dapat mengecek apakah CA sudah dibuat atau belum,dengan cara :
# ls /etc/openvpn/2.0/keys/
jika telah berhasil maka akan terlihat file-file berikut ini:
- ca.crt
- ca.key
- index.txt
- serial

6. Selanjutnya kita dapat membuat file key untuk server :
# ./build-key-server server
kita biasanya akan ditanya ulang untuk mengisi konfigurasi yang telah kita buat pada file Vars tadi , bisa dilanjutkan dengan menekan tombol enter saja.
Jika ada pertanyaan menanyakan password, andadapat isi sesuai dengan keinginan .
Pada pertanyaan terakhir akan terdapat konfirmasi apakah certificate akan dibuat, anda
dapat menekan tombol “y” pada keyboard.

7. Selanjutnya anda dapat mebuat certificate untuk client dalam hal ini kita memberi nama dari sertifikat tersebut client yang ada :
# ./build-key client
kita biasanya akan ditanya ulang untuk mengisi konfigurasi yang telah kita buat pada file Vars tadi , bisa anda lanjutkan dengan menekan tombol enter saja.
Jika ada pertanyaan menanyakan password, andadapat isi sesuai dengan keinginan anda.
Pada pertanyaan terakhir akan terdapat konfirmasi apakah certificate akan dibuat, anda
dapat menekan tombol “y” pada keyboard.

8. Selanjutnya Diffie Hellman parameter harus dibuat untuk openvpn
# ./build-dh
Biasanya ini akan membutuhkan waktu sedikit lama,

9. Jika telah selesai, copy semua file certifikat yang telah kita buat tadi, yang berada pada direktory /etc/openvpn/2.0/keys/ ke direktory /etc/openvpn/ dengan mengetikan perintah
cp -Rf /etc/openvpn/2.0/keys/* /etc/openvpn/

10.kemudian selanjutnya, copy file server.conf.gz yang berada pada direktory /usr/share/doc/openvpn/examples/sample-config-files/ ke direktory /etc/openvpn/, dengan mengetikkan :
cp /usr/share/doc/openvpn/examples/sample-config-files/server.conf.gz /etc/openvpn/

11. kemudian masuk kedirektory /etc/openvpn/ dengan mengetikkan perintah cd /etc/openvpn/. Lalu extract file server.conf.gz, dengan mengetikan perintah gunzip server.conf.gz, kemudian rename file server.conf menjadi openvpn.conf dengan mengetikan perintah :
mv server.conf openvpn.conf

12. kemudian edit file openvpn.conf tersebut dengan mengetikkan perintah
vim openvpn.conf

Isi dari file openvpn.conf tersebut adalah :
#################################################
# Sample OpenVPN 2.0 config file for #
# multi-client server. #
# #
# This file is for the server side #
# of a many-clients <-> one-server #
# OpenVPN configuration. #
# #
# OpenVPN also supports #
# single-machine <-> single-machine #
# configurations (See the Examples page #
# on the web site for more info). #
# #
# This config should work on Windows #
# or Linux/BSD systems. Remember on #
# Windows to quote pathnames and use #
# double backslashes, e.g.: #
# "C:\\Program Files\\OpenVPN\\config\\foo.key" #
# #
# Comments are preceded with '#' or ';' #
#################################################

# Which local IP address should OpenVPN
# listen on? (optional)
local 202.224.227.205 # alamat ip public anda yang akan dijadikan vpn server

# Which TCP/UDP port should OpenVPN listen on?
# If you want to run multiple OpenVPN instances
# on the same machine, use a different port
# number for each one. You will need to
# open up this port on your firewall.
port 1194 # port default vpn

# TCP or UDP server?
proto tcp # protocol yang digunakan adalah tcp
;proto udp

# "dev tun" will create a routed IP tunnel,
# "dev tap" will create an ethernet tunnel.
# Use "dev tap0" if you are ethernet bridging
# and have precreated a tap0 virtual interface
# and bridged it with your ethernet interface.
# If you want to control access policies
# over the VPN, you must create firewall
# rules for the the TUN/TAP interface.
# On non-Windows systems, you can give
# an explicit unit number, such as tun0.
# On Windows, use "dev-node" for this.
# On most systems, the VPN will not function
# unless you partially or fully disable
# the firewall for the TUN/TAP interface.
;dev tap
dev tun # metode yang digunakan adalah tunneling

# Windows needs the TAP-Win32 adapter name
# from the Network Connections panel if you
# have more than one. On XP SP2 or higher,
# you may need to selectively disable the
# Windows firewall for the TAP adapter.
# Non-Windows systems usually don't need this.
;dev-node MyTap

# SSL/TLS root certificate (ca), certificate
# (cert), and private key (key). Each client
# and the server must have their own cert and
# key file. The server and all clients will
# use the same ca file.
#
# See the "easy-rsa" directory for a series
# of scripts for generating RSA certificates
# and private keys. Remember to use
# a unique Common Name for the server
# and each of the client certificates.
#
# Any X509 key management system can be used.
# OpenVPN can also use a PKCS #12 formatted key file
# (see "pkcs12" directive in man page).
ca ca.crt
cert server.crt
key server.key # This file should be kept secret

# Diffie hellman parameters.
# Generate your own with:
# openssl dhparam -out dh1024.pem 1024
# Substitute 2048 for 1024 if you are using
# 2048 bit keys.
dh dh1024.pem

# Configure server mode and supply a VPN subnet
# for OpenVPN to draw client addresses from.
# The server will take 10.8.0.1 for itself,
# the rest will be made available to clients.
# Each client will be able to reach the server
# on 10.8.0.1. Comment this line out if you are
# ethernet bridging. See the man page for more info.
server 10.20.30.0 255.255.255.0 # alamat ip yang akan diberikan ke client dari server vpn

# Maintain a record of client <-> virtual IP address
# associations in this file. If OpenVPN goes down or
# is restarted, reconnecting clients can be assigned
# the same virtual IP address from the pool that was
# previously assigned.
ifconfig-pool-persist ipp.txt

# Configure server mode for ethernet bridging.
# You must first use your OS's bridging capability
# to bridge the TAP interface with the ethernet
# NIC interface. Then you must manually set the
# IP/netmask on the bridge interface, here we
# assume 10.8.0.4/255.255.255.0. Finally we
# must set aside an IP range in this subnet
# (start=10.8.0.50 end=10.8.0.100) to allocate
# to connecting clients. Leave this line commented
# out unless you are ethernet bridging.
;server-bridge 10.8.0.4 255.255.255.0 10.8.0.50 10.8.0.100

# Configure server mode for ethernet bridging
# using a DHCP-proxy, where clients talk
# to the OpenVPN server-side DHCP server
# to receive their IP address allocation
# and DNS server addresses. You must first use
# your OS's bridging capability to bridge the TAP
# interface with the ethernet NIC interface.
# Note: this mode only works on clients (such as
# Windows), where the client-side TAP adapter is
# bound to a DHCP client.
;server-bridge

# Push routes to the client to allow it
# to reach other private subnets behind
# the server. Remember that these
# private subnets will also need
# to know to route the OpenVPN client
# address pool (10.8.0.0/255.255.255.0)
# back to the OpenVPN server.
# push "route 192.168.44.0 255.255.255.0"
# Push route memungkinkannya client untuk mencapai suatu alamat network lainnya yang berada dibelakang server vpn.
# push "route 172.16.167.0 255.255.255.0"
# route 192.168.44.0 255.255.255.0 #menambahkan tabel routing pada server

# To assign specific IP addresses to specific
# clients or if a connecting client has a private
# subnet behind it that should also have VPN access,
# use the subdirectory "ccd" for client-specific
# configuration files (see man page for more info).

# EXAMPLE: Suppose the client
# having the certificate common name "Thelonious"
# also has a small subnet behind his connecting
# machine, such as 192.168.40.128/255.255.255.248.
# First, uncomment out these lines:
;client-config-dir ccd
;route 192.168.40.128 255.255.255.248
# Then create a file ccd/Thelonious with this line:
# iroute 192.168.40.128 255.255.255.248
# This will allow Thelonious' private subnet to
# access the VPN. This example will only work
# if you are routing, not bridging, i.e. you are
# using "dev tun" and "server" directives.

# EXAMPLE: Suppose you want to give
# Thelonious a fixed VPN IP address of 10.9.0.1.
# First uncomment out these lines:
;client-config-dir ccd
;route 10.9.0.0 255.255.255.252
# Then add this line to ccd/Thelonious:
# ifconfig-push 10.9.0.1 10.9.0.2

# Suppose that you want to enable different
# firewall access policies for different groups
# of clients. There are two methods:
# (1) Run multiple OpenVPN daemons, one for each
# group, and firewall the TUN/TAP interface
# for each group/daemon appropriately.
# (2) (Advanced) Create a script to dynamically
# modify the firewall in response to access
# from different clients. See man
# page for more info on learn-address script.
;learn-address ./script

# If enabled, this directive will configure
# all clients to redirect their default
# network gateway through the VPN, causing
# all IP traffic such as web browsing and
# and DNS lookups to go through the VPN
# (The OpenVPN server machine may need to NAT
# or bridge the TUN/TAP interface to the internet
# in order for this to work properly).
;push "redirect-gateway def1 bypass-dhcp"

# Certain Windows-specific network settings
# can be pushed to clients, such as DNS
# or WINS server addresses. CAVEAT:
# http://openvpn.net/faq.html#dhcpcaveats
# The addresses below refer to the public
# DNS servers provided by opendns.com.
;push "dhcp-option DNS 208.67.222.222"
;push "dhcp-option DNS 208.67.220.220"

# Uncomment this directive to allow different
# clients to be able to "see" each other.
# By default, clients will only see the server.
# To force clients to only see the server, you
# will also need to appropriately firewall the
# server's TUN/TAP interface.
client-to-client

# Uncomment this directive if multiple clients
# might connect with the same certificate/key
# files or common names. This is recommended
# only for testing purposes. For production use,
# each client should have its own certificate/key
# pair.
#
# IF YOU HAVE NOT GENERATED INDIVIDUAL
# CERTIFICATE/KEY PAIRS FOR EACH CLIENT,
# EACH HAVING ITS OWN UNIQUE "COMMON NAME",
# UNCOMMENT THIS LINE OUT.
;duplicate-cn

# The keepalive directive causes ping-like
# messages to be sent back and forth over
# the link so that each side knows when
# the other side has gone down.
# Ping every 10 seconds, assume that remote
# peer is down if no ping received during
# a 120 second time period.
keepalive 10 120

# For extra security beyond that provided
# by SSL/TLS, create an "HMAC firewall"
# to help block DoS attacks and UDP port flooding.
#
# Generate with:
# openvpn --genkey --secret ta.key
#
# The server and each client must have
# a copy of this key.
# The second parameter should be '0'
# on the server and '1' on the clients.
;tls-auth ta.key 0 # This file is secret

# Select a cryptographic cipher.
# This config item must be copied to
# the client config file as well.
;cipher BF-CBC # Blowfish (default)
;cipher AES-128-CBC # AES
;cipher DES-EDE3-CBC # Triple-DES

# Enable compression on the VPN link.
# If you enable it here, you must also
# enable it in the client config file.
comp-lzo

# The maximum number of concurrently connected
# clients we want to allow.
;max-clients 100
# It's a good idea to reduce the OpenVPN
# daemon's privileges after initialization.
#
# You can uncomment this out on
# non-Windows systems.
;user nobody
;group nogroup

# The persist options will try to avoid
# accessing certain resources on restart
# that may no longer be accessible because
# of the privilege downgrade.
persist-key
persist-tun

# Output a short status file showing
# current connections, truncated
# and rewritten every minute.
status openvpn-status.log

# By default, log messages will go to the syslog (or
# on Windows, if running as a service, they will go to
# the "\Program Files\OpenVPN\log" directory).
# Use log or log-append to override this default.
# "log" will truncate the log file on OpenVPN startup,
# while "log-append" will append to it. Use one
# or the other (but not both).
;log openvpn.log
;log-append openvpn.log

# Set the appropriate level of log
# file verbosity.
#
# 0 is silent, except for fatal errors
# 4 is reasonable for general usage
# 5 and 6 can help to debug connection problems
# 9 is extremely verbose
verb 3

# Silence repeating messages. At most 20
# sequential messages of the same message
# category will be output to the log.
;mute 20

kemudian simpan konfigurasi yang telah dibuat tersebut.
1.Setelah itu copy semua sertifikat (kecuali sertifikat untuk server)yang telah dibuat tadi ke client
Kemudian untuk konfigurasi di openvpn di client,
2.install openvpn dan juga openssl dengan mengetikkan perintah
apt-get install openvpn openssl
3.kemudian masuk ke direktory /etc/openvpn, dengan mengetikkan perintah
cd /etc/openvpn/
4.copykan sertifikat yang telah dicopy dari vpn server, ke direktory /etc/openvpn/
5.copy juga file client.conf yang berada pada direktory /usr/share/doc/openvpn/examples/sample-config-files/ ke direktory /etc/openvpn dengan mengetikan perintah
cp usr/share/doc/openvpn/examples/sample-config-files/client.conf /etc/openvpn/
6.edit file client.conf tersebut dengan mengetikkan perintah client.conf dan isinya sebagai berikut

##############################################
# Sample client-side OpenVPN 2.0 config file #
# for connecting to multi-client server. #
# #
# This configuration can be used by multiple #
# clients, however each client should have #
# its own cert and key files. #
# #
# On Windows, you might want to rename this #
# file so it has a .ovpn extension #
##############################################

# Specify that we are a client and that we
# will be pulling certain config file directives
# from the server.
client

# Use the same setting as you are using on
# the server.
# On most systems, the VPN will not function
# unless you partially or fully disable
# the firewall for the TUN/TAP interface.
;dev tap
dev tun #metode yang digunakan dari vpn adalah tunneling

# Windows needs the TAP-Win32 adapter name
# from the Network Connections panel
# if you have more than one. On XP SP2,
# you may need to disable the firewall
# for the TAP adapter.
;dev-node MyTap

# Are we connecting to a TCP or
# UDP server? Use the same setting as
# on the server.
proto tcp #protocol yang digunakan adalah tcp
;proto udp

# The hostname/IP and port of the server.
# You can have multiple remote entries
# to load balance between the servers.
remote 202.224.227.205 1194 # alamat dari vpnserver yang akan di remote dengan port default vpn
;remote my-server-2 1194

# Choose a random host from the remote
# list for load-balancing. Otherwise
# try hosts in the order specified.
;remote-random

# Keep trying indefinitely to resolve the
# host name of the OpenVPN server. Very useful
# on machines which are not permanently connected
# to the internet such as laptops.
resolv-retry infinite

# Most clients don't need to bind to
# a specific local port number.
nobind

# Downgrade privileges after initialization (non-Windows only)
;user nobody
;group nogroup

# Try to preserve some state across restarts.
persist-key
persist-tun

# If you are connecting through an
# HTTP proxy to reach the actual OpenVPN
# server, put the proxy server/IP and
# port number here. See the man page
# if your proxy server requires
# authentication.
;http-proxy-retry # retry on connection failures
;http-proxy [proxy server] [proxy port #]

# Wireless networks often produce a lot
# of duplicate packets. Set this flag
# to silence duplicate packet warnings.
;mute-replay-warnings

# SSL/TLS parms.
# See the server config file for more
# description. It's best to use
# a separate .crt/.key file pair
# for each client. A single ca
# file can be used for all clients.
ca /etc/openvpn/client/ca.crt # certificate authority
cert /etc/openvpn/client/jkl.crt # client certificate
key /etc/openvpn/client/jkl.key # client key


# Verify server certificate by checking
# that the certicate has the nsCertType
# field set to "server". This is an
# important precaution to protect against
# a potential attack discussed here:
# http://openvpn.net/howto.html#mitm
#
# To use this feature, you will need to generate
# your server certificates with the nsCertType
# field set to "server". The build-key-server
# script in the easy-rsa folder will do this.
ns-cert-type server

# If a tls-auth key is used on the server
# then every client must also have the key.
;tls-auth ta.key 1

# Select a cryptographic cipher.
# If the cipher option is used on the server
# then you must also specify it here.
;cipher x

# Enable compression on the VPN link.
# Don't enable this unless it is also
# enabled in the server config file.
comp-lzo

# Set log file verbosity.
verb 3

# Silence repeating messages
;mute 20

nah kemudian tinggal restart saja service openvnpn di server dan di client
dengan mengetikkan perintah
sudo /etc/init.d/openvpn restart


taa..daa...VPN anda kini sudah dapat digunakan
selamat mencoba
goes_ananta[at]ilkom.unud.ac.id

Baca Selengkapnya......

VNSTAT Tools for Network traffic monitor

aaoo..kali ini aq akan memposting tentang VNSTAT
nah apa itu VNSTAT??
singkat aja VNSTAT adalah sebuah tools untuk memonitoring traffic network kita
ya bisa dibilang berapa pemakaian bandwith kita dalam hari, bulan maupun tahun berdasarkan interfaces network yang kita gunakan. interfaces disini maksudnya
misal LAN CARD (eth0), wireless (wlan0), dial up (ppp0)

nah trus gimana cara install dan penggunaan dari vnstat ini??
begini carana

INSTALASI
1. buka terminal konsole (applications->accesories->terminal)
2. ketikan perintah sudo apt-get install vnstat , jika ditanyakan password, ketikkan password anda
3. tunggu sampai selesai

PENGGUNAAN
cara penggunaan ada 2 versi, ada yang berbasis console, ada juga yang berbasis front-end (web maksudnya)
ok kita bahas 1 per 1 aja
A. penggunaan berbasis console
udah gampang sie cara penggunaannya, udah ada manual page, tinggal ketikan aja man vnstat di konsole, udah ada tuh petunjuknya
saya contohkan dah dikit
pertama harus buat database interfaces yang akan digunakan
perintahnya
sudo vnstat -u -i ppp0

kemudian cara penggunaannya
vnstat -i ppp0 (penggunaan per hari)
vnstat -m -i ppp0 (penggunaan per bulan)

B. penggunaan berbasis web
download dulu aplikasi webnya
klik aja link ini
vnStat Front End.
Aplikasi ini kerjanya membaca database yang dihasilkan vnStat dan menampilkannya di web. Karena berbasis PHP, seharusnya tidak sulit untuk diinstal.
kalau sudah selesai mendownload, tingal extract aja di direktory web server localhostnya
misal kalau saya tempat direktoryna /var/www/
jika mengunakan XAMPP for linux, biasana di /opt/lampp/htdocs
Edit file config.php, cari baris ini // list of network interfaces monitored by vnStat
kemudian edit hingga menjadi seperti ini

// list of network interfaces monitored by vnStat
$iface_list = array('eth0', 'wlan0', 'ppp0');

//
// optional names for interfaces
// if there's no name set for an interface then the interface identifier
// will be displayed instead
//
$iface_title['eth0'] = 'Wired';
$iface_title['wlan0'] = 'Wifi';
$iface_title['ppp0'] = 'Modem ';

kemudian jika telah selesai, simpan
dan buka di browser kalian
http://localhost/(nama folder vnstat hasil extract)
misal kalau punya saya
http://localhost/vnstat

selamat mencoba
goes_ananta[at]ilkom.unud.ac.id
twitter.com/goesananta

Baca Selengkapnya......

cara konfigurasi squid proxy di ubuntu

Blog Advertising
aoo....kali ini saya mencoba untuk memberitahukan bagaimana cara install sekaligus konfigurasi squid proxy
yang harus anda lakukan adalah menambahkan source repository ke alamat terdekat.
untuk menambahkan source repository sudah saya posting sebelumnya
setelah itu,
1. install paket squid
sudo apt-get install squid
tunggu sampai proses instalasi selesai
2. pindahkan file konfigurasi squid yang asli,,caranya
mv /etc/squid/squid.conf /etc/squid/squid.conf.original

3. buat konfigurasi squid yang baru
nano /etc/squid/squid.conf
-- isinya copy mulai tulisan dibawah ini --

http_port 3128 transparent
icp_port 3130
udp_incoming_address 0.0.0.0
udp_outgoing_address 255.255.255.255
hierarchy_stoplist cgi-bin ?
acl QUERY urlpath_regex cgi-bin \?
no_cache deny QUERY
cache_mem 64 MB
cache_swap_low 90
cache_swap_high 95
connect_timeout 1 minutes
negative_ttl 5 minutes
read_timeout 15 minutes
request_timeout 5 minutes
persistent_request_timeout 1 minutes
client_lifetime 5 day
pconn_timeout 120 seconds
shutdown_lifetime 30 seconds
maximum_object_size 20480 KB
minimum_object_size 0 KB
maximum_object_size_in_memory 4096 KB
ipcache_size 1024
ipcache_low 90
ipcache_high 95
fqdncache_size 1024
cache_replacement_policy lru
memory_replacement_policy lru
cache_dir ufs /var/spool/squid 15000 16 256
cache_access_log /var/log/squid/access.log
cache_log /var/log/squid/cache.log
cache_store_log /var/log/squid/store.log
log_ip_on_direct on
debug_options ALL,1
client_netmask 255.255.255.255
ftp_user Squid@
ftp_list_width 32
ftp_passive on
ftp_sanitycheck on
ftp_telnet_protocol on
redirect_children 10
auth_param basic children 10
auth_param basic realm Squid proxy-caching web server
auth_param basic credentialsttl 2 hours
auth_param basic casesensitive off
refresh_pattern ^ftp: 1440 20% 10080
refresh_pattern ^gopher: 1440 0% 1440
refresh_pattern . 0 20% 4320
quick_abort_min 16 KB
quick_abort_max 16 KB
quick_abort_pct 95
acl all src 0.0.0.0/0.0.0.0
acl manager proto cache_object
acl localhost src 127.0.0.1/255.255.255.255
acl to_localhost dst 127.0.0.0/8
acl SSL_ports port 443 563 6667 7000
acl Safe_ports port 80
acl Safe_ports port 81
acl Safe_ports port 21
acl Safe_ports port 443 563
acl Safe_ports port 70
acl Safe_ports port 210
acl Safe_ports port 1025-65535
acl Safe_ports port 280
acl Safe_ports port 488
acl Safe_ports port 591
acl Safe_ports port 777 110
acl Safe_ports port 4461
acl Safe_ports port 5050
acl CONNECT method CONNECT
http_access allow manager localhost
acl perusahaan src 192.168.10.0/24 # ini bisa diganti sesuai ip lokal yang dipake
http_access allow perusahaan
http_access deny manager
http_access deny !Safe_ports
http_access deny CONNECT !SSL_ports
http_access deny all
http_reply_access allow all
icp_access allow all
miss_access allow all
cache_mgr namalo # nama lo disini, ya nama lo, bego amat sich lo.... he, he, he...
visible_hostname domainlo.com # terserah nama domainnya asal aja, cuma formalitas doang
logfile_rotate 10
buffered_logs off
snmp_port 3401
snmp_access allow localhost
snmp_access deny all
snmp_access deny all
coredump_dir /var/spool/squid
ie_refresh on
##Delay pools
acl download url_regex -i ftp \.exe$ \.mp3$ \.mp4$ \.tar.gz$ \.gz$ \.tar.bz2$ \.rpm$ \.zip$ \.rar$
acl download url_regex -i \.avi$ \.mpg$ \.mpeg$ \.rm$ \.iso$ \.wav$ \.mov$ \.dat$ \.mpe$ \.mid$
acl download url_regex -i \.midi$ \.rmi$ \.wma$ \.wmv$ \.ogg$ \.ogm$ \.m1v$ \.mp2$ \.mpa$ \.wax$
acl download url_regex -i \.m3u$ \.asx$ \.wpl$ \.wmx$ \.dvr-ms$ \.snd$ \.au$ \.aif$ \.asf$ \.m2v$
acl download url_regex -i \.m2p$ \.ts$ \.tp$ \.trp$ \.div$ \.divx$ \.mod$ \.vob$ \.aob$ \.dts$
acl download url_regex -i \.ac3$ \.cda$ \.vro$ \.deb$
delay_pools 1
delay_class 1 1
delay_parameters 1 6000/32000
delay_access 1 allow download
delay_access 1 deny all

-- berakhir diatas tulisan ini --
simpan dengan menekan ctrl+x tekan y kemudian enter

ket: disini kita make konsep delay pools yaitu untuk blok download diatas 32kb pada file-file yang disebutkan diatas maka otomatis download maksimal yang dapet sekitar 6 kbps (lihat 6000/32000). cara ini biasanya digunain untuk blok user-user yang make download akselerator atau sejenisnya. Untuk lebih jelasnya mengenai delay pools, belajarnya cari aja di internet, Ok.

4. aktifkan squid
#/etc/init.d/squid start

5. sekarang tinggal transparant proxynya, pake aja iptables
#/sbin/iptables -t nat -A PREROUTING -i eth1 -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-ports 3128
#/sbin/iptables -t nat -A PREROUTING -i eth1 -p udp --dport 80 -j REDIRECT --to-ports 3128

ket:
-t nat = akan membuat satu tabel baru pada iptables
-A PREROUTING = akan membuat satu aturan baru pada bagian ROUTING nya.
-i eth1 = perintah akan mengarah ke bagian eth1 atau client yaitu pada jaringan lokal kita.
tcp = paket tcp
udp = paket udp
--dport 80 = untuk port 80
-j REDIRECT = akan diteruskan
--to-ports 3128 = ke port 3128 yaitu port proxy

6. jangan lupa simpen transparant proxy nya di rc.local agar setiap kali server dinyalain kita nggak perlu repot lagi nyeting transparant proxy nya
#nano /etc/rc.local

dibawah rc.local tambahkan iptables berikut
/sbin/iptables -t nat -A PREROUTING -i eth1 -p tcp --dport 80 -j REDIRECT --to-ports 3128
/sbin/iptables -t nat -A PREROUTING -i eth1 -p udp --dport 80 -j REDIRECT --to-ports 3128

simpen make ctrl+x tekan y kemudian enter

kalau anda masih bingung, ini saya berikan squid yang udah jadi
klik ja link di bawah ini untuk mendownloadnya
Download SQUID yang udah Jadi

Baca Selengkapnya......

INSTALL LAMP SERVER DI UBUNTU

Blog Advertising
Kali ini saya akan membahas cara menginstall LAMP di Ubuntu..,
tapi sebelumnya apa sih LAMP tersebut dan apa kegunaan dari LAMP ini ..??

ok LAMP adalah Linux Apache Mysql & PHP
kegunaan dari lamp tersebut adalah sebagai web server

nah trus gimana cara installnya...?????
hal pertama yang harus anda lakukan adalah
menambahkan source repository di ubuntu anda dengan alamat terdekat
cara menambahkan source repository sudah saya bahas di postingan sebelumnya...
source ini tergantung versi ubuntu yang anda gunakan..

nah setelah itu update database repository anda dengan mengetikkan
aptitude update

untuk menginstall LAMP server adalah...
1. Install apache http server
sudo aptitude install apache2

2. Install php untuk server apache
sudo aptitude install php5

3. Install mysql server database
sudo aptitude install mysql-server

4. Install mysql untuk apache server
sudo aptitude install libapache2-mod-auth-mysql
sudo aptitude install php5-mysql
sudo aptitude install phpmyadmin

Nah Untuk mengecek , apakah installasi anda berhasil atau tidak , anda dapat membuka web browser dan mengetikkan

http://localhost
Jika tampil tulisan It Works maka instalasi apache web server telah
berhasil , kemudian untuk mengecek instalasi mysql-server , anda dapat
membuka alamat

http://localhost/phpmyadmin

Jika tampil halaman phpmyadmin dan daftar database ( biasanya baru ada satu untuk contoh ) maka instalasi anda telah berhasil..

selamat mencoba..

jika anda menemukan kesulitan hubungi di
goes_ananta@ilkom.unud.ac.id

Baca Selengkapnya......

kabel beserta arsitektur jaringan komputer

Blog Advertising






Mari kita lanjutkan tulisan mengenai jaringan komputer khusus LAN. Jika kamu baru menemukan tulisan ini silakan melihat tersebih dahulu materi sebelumnya mengenai Pengantar Jaringan Komputer.

Memilih Kabel

Empat jenis kabel jaringan yang umum digunakan saat ini yaitu :

Kabel Coaxial
Terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel.
Beberapa jenis kabel Coaxial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik.















Mari kita lanjutkan tulisan mengenai jaringan komputer khusus LAN. Jika kamu baru menemukan tulisan ini silakan melihat tersebih dahulu materi sebelumnya mengenai Pengantar Jaringan Komputer.

Memilih Kabel

Empat jenis kabel jaringan yang umum digunakan saat ini yaitu :

Kabel Coaxial
Terdiri atas dua kabel yang diselubungi oleh dua tingkat isolasi. Tingkat isolasi pertama adalah yang paling dekat dengan kawat konduktor tembaga. Tingkat pertama ini dilindungi oleh serabut konduktor yang menutup bagian atasnya yang melindungi dari pengaruh elektromagnetik. Sedangkan bagian inti yang digunakan untuk transfer data adalah bagian tengahnya yang selanjutnya ditutup atau dilindungi dengan plastik sebagai pelindung akhir untuk menghindari dari goresan kabel.
Beberapa jenis kabel Coaxial lebih besar dari pada yang lain. Makin besar kabel, makin besar kapasitas datanya, lebih jauh jarak jangkauannya dan tidak begitu sensitif terhadap interferensi listrik.






  1. Kabel Unshielded Twisted Pair (UTP)
    Kabel twisted pair terjadi dari dua kabel yang diputar enam kali per-inchi untuk memberikan perlindungan terhadap interferensi listrik ditambah dengan impedensi, atau tahanan listrik yang konsisten. Nama yang umum digunakan untuk kawat ini adalah IBM jenis/kategori 3. Secara singkat kabel UTP adalah murah dan mudah dipasang, dan bisa bekerja untuk jaringan skala kecil.
  2. Kabel Shielded Twisted Pair (STP)
    Kabel STP sama dengan kabel UTP, tetapi kawatnya lebih besar dan diselubungi dengan lapisan pelindung isolasi untuk mencegah gangguan interferensi. Jenis kabel STP yang paling umum digunakan pada LAN ialah IBM jenis/kategori 1.
  3. Kabel Serat Optik (Fiber Optik)
    Kabel serat optik mengirim data sebagai pulsa cahaya melalui kabel serat optik. Kabel serat optik mempunyai keuntungan yang menonjol dibandingkan dengan semua pilihan kabel tembaga. Kabel serat optik memberikan kecepatan transmisi data tercepat dan lebih reliable, karena jarang terjadi kehilangan data yang disebabkan oleh interferensi listrik. Kabel serat optik juga sangat tipis dan fleksibel sehingga lebih mudah dipindahkan dari pada kabel tembaga yang berat.












Arsitektur Jaringan

Penggunaan Network Interface Card (NIC) serta medianya akan menentukan arsitektur jaringan anda. Pada IBM PC dan kopatibelnya ada beberapa NIC yang dapat digunakan yaitu Ethernet, ARCnet, Token Ring dan FDDI. Adapun yang paling populer digunakan adalah jenis Ethernet. Ada beberapa macam tipe Ethernet yang secara umum terbagi atas dua bagian yaitu yang mempunyai kecepatan 10 MBps dan Fast Ethernet yaitu yang mempunyai kecepatan 100 MBps atau lebih.

Ethernet 10 MBps yang sering digunakan adalah 10Base2, 10Base5, 10BaseT dan 10BaseF. Sedangkan untuk kategori Fast Ethernet adalah 100BaseT dan 100VG-AnyLAN.

10Base2

10Base2 disebut juga Thin Ethernet karena menggunakan kabel Coaxial jenis Thin atau disebut sebagai Cheaper Net. 10Base2 menggunakan topologi Bus. Spesifikasi 10Base2 adalah sebagai berikut:

  • Panjang kabel per-segmen adalah 185 m
  • Total segmen kabel adalah 5 buah
  • Maksimum Repeater adalah 4 buah
  • Maksimum jumlah segmen yang terdapat node (station) adalah 3 buah
  • Jarak terdekat antar station minimum 0,5 m
  • Maksimum jumlah station dalam satu segmen kabel adalah 30
  • Maksimum panjang keseluruhan dengan Repeater adalah 925 m
  • Awal dan akhir kabel diberi Terminator 50 ohm
  • Jenis kabel yang digunakan RG-58A/U atau RG-58C/U

10Base5

10Base5 disebut juga Thick Ethernet karena menggunakan kabel Coaxial jenis Thick. Topologi pada 10Base5 sama seperti 10Base2 yaitu Topologi Bus. Spesifikasi dari 10Base5 adalah sebagai berikut:

  • Panjang kabel per-segmen adalah 500 m
  • Total segmen kabel adalah 4 buah
  • Maksimum jumlah segmen yang terdapat node adalah 3
  • Jarak terdekat antar station minimum adalah 2,5 m
  • Maksimum jumlah station dalam satu segmen kabel adalah 100
  • Maksimum panjang kabel AUI ke node 50 m
  • Maksimum panjang keseluruhan dengan Repeater 2500 m
  • Awal dan akhir kabel diberi Terminator 50 ohm
  • Jenis kabel Coaxial RG-8 atau RG-11

10BaseT

Berbeda dengan 10Base2 atau 10Base5 yang menggunakan topologi Bus, pada ethernet TbaseT menggunakan topologi Star. Ethernet dengan topologi Star ini paling banyak digunakan, karena mudah pemasangannya serta melakukan pengecekan jika ada kerusakan pada jaringan. Pada 10BaseT kabel yang dipakai bukan Coaxial tapi kabel UTP. Spesifikasi dari 10BaseT adalah sebagai berikut:

  • Panjang kabel per-segmen maksimum 100 m
  • Maksimum jumlah segmen adalah 1024
  • Maksimum jumlah node per-jaringan 1024
  • Menggunakan Hub dengan jumlah maksimum 4 buah dalam bentuk hubungan chain
  • Kabel yang digunakan UTP Category-3 atau lebih

10BaseF

10BaseF mengunakan kabel serat optik, ini jarang digunakan karena biasanya mahal dan pemasangannya tidak semudah ethernet tipe lain. Umumnya jenis ini dipakai untuk penghubung (link) antar segmen karena jaraknya bisa mencapai 2000 m serta kabel yang digunakan adalah serat optik.

100BaseT

100BaseT disebut juga Fast Ethernet atau 100BaseX, adalah ethernet yang mempunyai kecepatan 100 Mbps. Ada beberapa tipe 100BaseT berdasarkan kabel yang dipakai, yaitu:

  • 100BaseT4, memakai kabel UTP Category-5 dan kabel yang dipakai adalah 4 pasang
  • 100BaseTX, memakai kabel UTP Category-5 dan kabel yang dipakai hanya 2 pasang
  • 100BaseTX, memakai kabel serat optik

Pada 100BaseT yang menggunakan kabel Coaxial maksimum total kabelnya dengan menggunakan Hub Class II adalah 205 m, dengan perincian 100 m untuk panjang segmen dan 5 m untuk hubungan Hub ke Hub. Sedangkan untuk 100BaseFX dengan menggunakan dua Repeater bisa mencapai 412 m, dan panjang segmen dengan serat optik bisa mencapai 2000 m.

100VG-AnyLAN

100VG-AnyLAN bukan merupakan ethernet umum murni karena metode akses medianya berdasarkan demand priority. 100VG-AnyLAN bisa digunakan dengan sistem Frame Ethernet ataupun dengan Frame Token Ring.

Kabel yang digunakan adalah kabel UTP Category-3 atau 5. Tidak seperti ethernet biasa yang menggunakan kabel UTP dengan panjang maksimum segmen 100 m, maka pada 100VG-AnyLAN jika yang dipakai adalah UTP Category-5 maka panjang maksimum segmen-nya bisa mencapai 150 m, sedangkan yang memakai serat optik panjang maksimum segmen-nya adalah 2000 m.

Blog Advertising


Baca Selengkapnya......

pengantar jaringan komputer

Blog Advertising
Kemajuan teknologi komputer sebagai pengolah data berkembang semakin cepat. Sejak terjadi penggabungan teknologi komputer dengan teknologi komunikasi, maka pengolahan data yang semula saling terpisah (stand alone) antar unit komputer sekarang dapat saling dihubungkan melalui suatu sistem jaringan komputer (komputer network). Bila komputer yang saling berhubungan berada dalam satu lokasi yang sama maka disebut Local Area Network (LAN). Namun jika banyak terdapat LAN yang terpisah dibeberapa tempat yang secara geografis cukup jauh dan saling berhubungan disebut juga jaringan namun cakupannya lebih luas, atau disebut dengan Wide Area Network (WAN).
Konsep Dasar Jaringan

Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling dihubungkan dengan menggunakan suatu protokol komunikasi sehingga antara satu komputer dengan komputer yang lain dapat berbagi data atau berbagi sumber daya (sharing resources).


Kemajuan teknologi komputer sebagai pengolah data berkembang semakin cepat. Sejak terjadi penggabungan teknologi komputer dengan teknologi komunikasi, maka pengolahan data yang semula saling terpisah (stand alone) antar unit komputer sekarang dapat saling dihubungkan melalui suatu sistem jaringan komputer (komputer network). Bila komputer yang saling berhubungan berada dalam satu lokasi yang sama maka disebut Local Area Network (LAN). Namun jika banyak terdapat LAN yang terpisah dibeberapa tempat yang secara geografis cukup jauh dan saling berhubungan disebut juga jaringan namun cakupannya lebih luas, atau disebut dengan Wide Area Network (WAN).
Konsep Dasar Jaringan

Jaringan komputer adalah sekelompok komputer yang saling dihubungkan dengan menggunakan suatu protokol komunikasi sehingga antara satu komputer dengan komputer yang lain dapat berbagi data atau berbagi sumber daya (sharing resources).

Sistem pemasangan jaringan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu :

1. Jaringan Terpusat
Adalah jaringan yang terdiri dari beberapa node (workstation) yang terhubung dengan sebuah komputer pusat atau disebut Server. Pada jaringan ini sistem kerja workstation tergantung dari komputer pusat. Dan komputer pusat tugasnya melayani permintaan akses dari workstation.

2. Jaringan Peer-to-Peer

Adalah jaringan yang terdiri dari beberapa komputer yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya tanpa komputer pusat (server base). Pada masing-masing komputer workstation terdapat media penyimpanan (hard disk) yang berfugsi sebagai server individu.

Pemanfaatan Jaringan Komputer

Pembentukan sebuah jaringan komputer sangan erat dengan manfaat yang dapat diperoleh dengan adanya jaringan tersebut.

1. Bagi pakai (sharing) peralatan (resources)
Dengan adanya jaringan komputer, maka pemakain beberapa peralatan komputer seperti printer, hard disk, disket, scanner, CD-ROM dan lainnya dapat dilakukan bersama-sama saling bergantian tanpa harus memindahkan posisi peralatan yang terpasang tersebut.

2. Bagi pakai software
Hampir dalam setiap organisasi, kemampuan dalam melakukan bagi pakai berkas atau file data diperlukan setiap hari. Beberapa tipe software PC, khususnya program manajemen basis data atau database, didesain disamping agar bisa dipakai oleh satu pemakai, juga dimungkinkan untuk dipakai bersama-sama dengan pemakai lain dalam waktu yang bersamaan. Atau dengan kata lain, untuk mengakses dan meng-update file-file tadi. Paket yang lain, seperti program pengolah data (word processor) dan spreadsheet, kebanyakan didesaian hanya untuk satu pemakai yang dapat meng-update file.

3. Komunikasi
Kominikasi antar pemakai dalam suatu jaringan dapat dilakukan dengan menggunakan e-mail atau tele conference. Sehingga kebutuhan akan komunikasi antar pemakai dapat dipenuhi tanpa harus pindah dari tempat kerjanya. Selain itu pemakai e-mail dapat menekan pemakaian pulsa telepon.

4. Pemrosesan terpusat (terdistribusi)
Didalam suatu jaringan komputer, data dapat diolah secara terpusat atau secara terdistribusi. Pemrosesan secara terpusat dilakukan apabila sebuah data yang dibuat oleh tiap pemakai jaringan dikehendaki untuk disatukan dalam komputer pusat. Sebaliknya, pemrosesan terdistribusi dilakukan apabila suatu pekerjaan pengolahan data dari komputer pusat dapat dikerjakan oleh tiap pemakai berdasarkan spesialisasi bidang kerjanya.

5. Keamanan data
Keamanan data dapat diatur oleh supervisor (administrator) dengan pemberian hak akses, pembatasan waktu akses dan pemberian password untuk melindungi pemakaian komputer pusat.

6. Akses internet bersama-sama
Jika ada salah satu komputer berhubungan ke internet dan komputer tersebut memberikan izin untuk akses ke internet, maka para pengguna jaringan dapat melakukan aktivitas di internet hanya dengan menggunakan satu buah akun di ISP, satu buah modem. Hal ini sangat menghemat dana yang cukup besar.

Komponen Perangkat Keras

Tidak peduli apakah anda sudah memiliki sebuah network atau berniat menginstalasi network baru, anda perlu mengetahui komponen-komponen perangkat keras yang digunakan.
Server

Komputer yang menjalankan sistem operasi jaringan yang berfungsi sebagai server. Server menyediakan file, printer dan pelayanan lain untuk client. Ada dua buah jenis server, yaitu :

* Server dedicated, server yang tidak memiliki fungsi lain. Ia tidak bisa digunakan sebagai workstation. Untuk melihat jenis dari server tersebut dapat diketahui melalui sistem operasi jaringan yang dijalankannya, misalnya Novell Netware.
* Server Non-Dedicated, server yang juga bisa berfungsi sebagai workstation. Contohnya : Microsoft Windows NT Server, Mocrosoft Windows NT Workstation, Microsoft Windows 95/98, Unix, Linux, Mac OS/2.

Dari fungsinya, server dapat digunakan :

* Menyimpan file-file yang digunakan bersama-sama pada hard disk-nya
* Mengatur komunikasi (seperti pesan e-mail) antar workstation
* Mengkoordinasikan pencetakan kepada printer yang dipakai bersama-sama
* Server juga dapat menyimpan CD-ROM yang dapat dipakai oleh para pemakai network
* Bisa menyimpan tape drive atau drive lain yang digunakan untuk menyimpan hard disk server atau hard disk pada workstation
* Dengan perangkat lunak dan keras tambahan, server bisa mengarahkan e-mail dari dan ke internet. Server juga bisa mengirimkan fax ke luar jaringan ke mesin-mesin fax yang ada di luar. Kenyataannya server hampir dapat melakukan semua pekerjaan yang mencakup pengiriman data.

Workstation

Komputer yang terhubung ke server dan dapat mengakses data dari server. Workstation menjalankan beragam sistem operasi dan merupakan bagian dari network yang ada. Pada kenyataannya workstation digunakan oleh pemakai secara langsung.
Network Interface Card (NIC)

NIC atau adapter network adalah sebuah komputer hardware yang mutlak dibutuhkan jika kita menginginkan merakit jaringan komputer menggunakan media penghubung kabel. NIC berfungsi menghubungkan server ke sistem pengkabelan network. Berdasarkan tipe slot pada motherboard dibedakan menjadi dua jenis:

* Tipe slot ISA (slot warna hitam/coklat, lebih panjang)
* Tipe slot PCI (slot warna putih, lebih pendek)

Switch/Hub (Concentrator/Repeater)

Sistem pengkabelan yang paling populer untuk Network Ethernet menggunakan kabel Unshielded Twisted Pair (UTP) atau kabel terpilin yang terbuka dengan konektor yang mirip dengan konektor telepon. Ini disebut dengan 10BaseT. Untuk setiap adapter network pada setiap server atau workstation, salah satu dari kabel-kabel ini berhubungan ke Hub/Switch atau pusat pengkabelan.

Bridge, Router Dan Gateway

Bridge berfungsi menghubungkan dua network dengan mentransfer data diantara network tersebut. Sebagai contoh, bridge bisa menghubungkan segmen kabel dari arsitektur Token Ring dengan arsitektur Ethernet, atau menghubungkan dua segmen Ethernet menjadi satu. Bridge mampu mengurangi lalu lintas dengan hanya mengirimkan data yang benar-benar diniatkan untuk komputer tujuan. Bridge pintar (intelligent bridge) bisa berbuat lebih baik lagi dengan menyaring atau hanya mengirimkan paket-paket tertentu ke tujuan.
Uninterrutible Power Supply (UPS)

Sudah jelas UPS tidak hanya digunakan oleh network. Anda bisa juga menggunakannya pada setiap alat yang membutuhkan aliran listrik alternatif. UPS adalah alat yang sangat penting bagi perusahaan yang menggunakan komputer untuk produktifitasnya dan tidak ingin kehilangan data atau waktu kerja pegawai. Pada setiap keadaan yang bisa dibayangkan, melalui UPS adalah investasi yang menguntungkan untuk setiap workstation, hub, dan server pada network.
Printer Dan Peripheral Lain

Printer adalah salah satu alasan utama kenapa ada network. Karena printer tidak selalu digunakan oleh setiap pemakai, akan lebih ekonomis jika memakai satu printer bersama-sama. Printer bisa dihubungkan langsung pada workstation atau ke server.
Anda juga bisa memasang scanner, CD-ROM eksternal dan peralatan lain yang berguan dan dapat digunakan secara bersama-sama pada network. Sama seperti yang lainnya, hal ini membutuhkan perangkat lunak dan perangkat keras yang tepat.

Baca Selengkapnya......